Artikel
Gelang Pasien Rumah Sakit: Arti Warna (Merah, Kuning, Putih) & Standar SNARS

Gelang pasien rumah sakit adalah salah satu perangkat identifikasi yang memiliki peran penting dalam keselamatan dan kelancaran pelayanan medis. Meski terlihat sederhana, gelang ini menyimpan berbagai informasi vital yang membantu tenaga kesehatan memberikan penanganan yang tepat, cepat, dan aman kepada setiap pasien.
Kali ini kita akan membahas secara lengkap fungsi, arti warna gelang pasien, hingga alasan mengapa setiap rumah sakit wajib menggunakan sistem identifikasi ini.
Apa Itu Gelang Pasien Rumah Sakit?
Gelang pasien rumah sakit adalah gelang identitas yang dipasang pada pergelangan tangan atau kaki pasien saat menjalani perawatan. Gelang ini berfungsi untuk memastikan bahwa setiap tindakan medis mulai dari pemberian obat, pemeriksaan laboratorium, hingga prosedur operasi dilakukan kepada pasien yang benar.
Sistem ini menjadi bagian penting dari patient safety, sehingga hampir semua fasilitas kesehatan di Indonesia menerapkan gelang identifikasi dengan warna dan tanda tertentu.
Baca Juga: Jenis Gelang Pasien Rumah Sakit
Fungsi Utama Gelang Pasien Rumah Sakit
Berikut beberapa fungsi pentingnya:
1. Identifikasi Pasien
Gelang memuat informasi dasar seperti:
- Nama lengkap
- Tanggal lahir
- Nomor rekam medis
Melalui identifikasi ini, risiko tertukarnya pasien, pemberian obat yang salah, atau kesalahan prosedur bisa diminimalisir.
2. Menyampaikan Informasi Medis Penting
Beberapa gelang menyertakan info tambahan seperti:
- Alergi obat
- Golongan darah
- Kondisi khusus (misalnya risiko jatuh)
- Status DNR (Do Not Resuscitate)
- Riwayat penyakit tertentu
Informasi tersebut membantu tenaga medis mengambil keputusan klinis secara cepat.
3. Meningkatkan Keamanan Pasien
Sistem gelang pasien rumah sakit juga mencegah kejadian seperti:
- Tertukarnya bayi di ruang perinatologi
- Prosedur medis yang salah sasaran
- Kesalahan pemberian obat atau transfusi darah
Kini banyak rumah sakit menggunakan gelang dengan barcode yang terhubung ke database, sehingga pengecekan data menjadi lebih akurat.
Arti Warna Gelang Pasien Rumah Sakit (Standar SNARS & JCI)
Penggunaan kode warna pada gelang pasien bukanlah pilihan estetika, melainkan standar keselamatan internasional yang diatur oleh WHO, JCI (Joint Commission International), dan KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) di Indonesia. Kesalahan dalam mengenali warna gelang dapat berakibat fatal pada penanganan medis.
Berikut adalah rincian arti setiap warna gelang yang wajib diketahui oleh tenaga medis, pasien, dan keluarga:
1. Merah (Risiko Alergi Tinggi)
Warna merah berfungsi sebagai sinyal “STOP” atau peringatan bahaya tingkat tinggi. Gelang ini dipakaikan kepada pasien yang memiliki riwayat alergi obat-obatan, makanan, atau bahan tertentu (seperti plester).
Penting: Petugas medis wajib mengecek daftar alergi pasien sebelum memberikan suntikan atau obat minum. Tulisan jenis alergi biasanya dicetak tebal pada gelang ini.
2. Kuning (Risiko Jatuh / Fall Risk)
Gelang berwarna kuning menandakan pasien memiliki risiko jatuh yang tinggi. Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi fisik yang lemah, pengaruh obat penenang, riwayat kejang, atau pasien lansia dan anak-anak.
Tindakan: Pasien dengan gelang kuning membutuhkan pengawasan ekstra, pagar tempat tidur (bed rail) harus selalu terpasang, dan pendampingan saat ke kamar mandi. Penilaian risiko biasanya menggunakan skala Morse Fall Scale (dewasa) atau Humpty Dumpty Scale (anak).
3. Ungu (Do Not Resuscitate / DNR)
Ini adalah warna yang paling sensitif. Gelang ungu menandakan status DNR (Do Not Resuscitate). Artinya, jika pasien mengalami henti jantung atau henti napas, tim medis tidak boleh melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR).
Konteks: Keputusan ini biasanya sudah disetujui secara legal oleh pasien atau keluarga karena alasan medis tertentu (misalnya kanker stadium akhir).
4. Hijau (Alergi Lateks)
Meskipun jarang dibahas, gelang hijau memiliki arti spesifik yaitu pasien memiliki alergi terhadap bahan lateks.
Tindakan: Petugas medis harus menggunakan sarung tangan (gloves) berbahan nitrile atau vinyl (bukan karet lateks) saat menangani pasien ini untuk mencegah syok anafilaktik.
5. Abu-abu (Kemoterapi / Radioaktif)
Gelang abu-abu digunakan untuk pasien yang sedang menjalani perawatan kemoterapi atau terapi radioaktif.
Fungsi: Sebagai peringatan bagi petugas dan pengunjung bahwa cairan tubuh pasien mungkin mengandung residu bahan kimia berbahaya atau radioaktif, sehingga penanganannya membutuhkan prosedur keselamatan khusus.
6. Putih (Kondisi Kelamin Ganda / Ambiguous Genitalia)
Banyak yang bertanya apa arti gelang pasien warna putih? Secara standar internasional, gelang putih sering digunakan untuk bayi baru lahir atau pasien dengan kondisi kelamin ganda (ambigu) di mana jenis kelamin belum dapat ditentukan secara medis saat itu.
Catatan: Di beberapa fasilitas kesehatan yang tidak menerapkan kode warna gender (Pink/Biru), gelang putih polos terkadang juga digunakan sebagai gelang identitas standar netral yang hanya memuat Nama dan Rekam Medis tanpa indikasi risiko.
7. Merah Muda / Pink (Perempuan)
Ini adalah penanda identitas dasar. Gelang merah muda digunakan untuk pasien berjenis kelamin perempuan.
8. Biru Muda (Laki-laki)
Gelang biru muda digunakan untuk penanda identitas pasien berjenis kelamin laki-laki.
Memahami kode warna gelang pasien sangat krusial dalam standar akreditasi rumah sakit (SNARS/JCI). Setiap warna—mulai dari merah, kuning, ungu, hingga putih—memiliki arti medis spesifik untuk mencegah kesalahan penanganan.
| No. | Warna | Arti |
|---|---|---|
| 1. | Pink (Merah Muda) | Menandai pasien perempuan. |
| 2. | Biru / Biru Muda | Menandai pasien laki-laki. |
| 3. | Putih | Untuk pasien dengan kondisi jenis kelamin ganda atau tidak dapat teridentifikasi. |
| 4. | Kuning | Pasien dengan risiko jatuh tinggi, seperti lansia atau pasien pasca-operasi. |
| 5. | Merah | Menandakan alergi obat atau alergi tertentu. Staf medis harus berhati-hati saat memberi obat atau tindakan. |
| 6. | Ungu | Status DNR (Do Not Resuscitate), berarti pasien menolak tindakan resusitasi pada kondisi gawat. |
| 7. | Hijau | Menandakan alergi lateks, sehingga harus menghindari alat medis berbahan lateks. |
| 8. | Abu-abu | Digunakan saat terjadi kejadian massal ketika identitas pasien belum lengkap atau belum diketahui. |
Baca Juga: Bahan Gelang Pasien Rumah Sakit
Mengapa Warna Gelang Pasien Berbeda-beda?
Tidak ada standar nasional yang mewajibkan warna tertentu untuk setiap kategori pasien. Oleh karena itu, tiap rumah sakit bisa menerapkan sistem warna yang berbeda.
Namun, Standar yang paling banyak menjadi rujukan dan acuan wajib oleh hampir seluruh rumah sakit di Indonesia terkait penggunaan gelang pasien adalah Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) 1: Ketepatan Identifikasi Pasien.
SKP 1 ini merupakan bagian dari Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) yang diatur oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Ketentuan mengenai keselamatan pasien, termasuk identifikasi pasien, kini merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien.
Standar ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor HK.01.07/MENKES/1128/2022 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit, yang mana SKP 1 adalah bab pertamanya.
Jika Anda atau keluarga sedang dalam perawatan, jangan ragu bertanya kepada perawat mengenai arti warna gelang yang terpasang.
Risiko Fatal Kesalahan Identifikasi (Patient Safety)
Kelalaian dalam sistem identifikasi pasien dapat berujung pada Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) yang fatal. Dalam dunia medis, kesalahan identifikasi adalah akar masalah dari berbagai insiden serius, seperti kesalahan pemberian transfusi darah, kesalahan pemberian dosis obat, hingga prosedur operasi pada pasien yang salah.
Tanpa gelang identifikasi yang berkualitas dan sistem barcode yang akurat, risiko human error meningkat drastis, terutama saat pergantian shift perawat atau dalam kondisi gawat darurat (IGD). Gelang pasien berfungsi sebagai “benteng terakhir” keselamatan pasien (patient safety).
Jika tulisan pada gelang luntur atau gelang terlepas, maka pasien kehilangan perlindungan identitasnya, yang secara langsung membahayakan nyawa mereka dan menempatkan rumah sakit pada risiko tuntutan hukum medis.
Tinjauan Medis: Gelang Vinyl vs. Thermal (Aspek Higienitas & Infeksi)
Selain fungsi identifikasi, pemilihan bahan gelang juga berdampak pada Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di lingkungan rumah sakit. Berikut adalah perbedaan mendasar antara bahan Vinyl (tipe lama) dan Thermal (tipe modern) dari kacamata medis:
1. Risiko Bakteri (Nosokomial):
- Gelang Vinyl (Tipe Selip/Tulis Tangan): Biasanya memiliki celah atau kantung untuk menyelipkan kertas identitas. Celah sempit ini berpotensi menjadi tempat berkumpulnya kelembapan, kotoran, dan bakteri yang sulit dibersihkan. Ini meningkatkan risiko infeksi nosokomial (infeksi yang didapat di RS).
- Gelang Thermal: Memiliki permukaan yang rata, seamless (tanpa sambungan/kantong), dan dicetak langsung. Desain ini meminimalisir tempat persembunyian bakteri dan jamur, sehingga lebih aman bagi pasien dengan imunitas rendah.
2. Ketahanan Terhadap Bahan Kimia (Alkohol/Sanitizer):
- Gelang Vinyl/Tulis Tangan: Tinta pulpen atau spidol pada gelang vinyl seringkali luntur atau memudar jika terpapar alkohol terus-menerus, menyebabkan data pasien hilang.
- Gelang Thermal Berkualitas: Didesain dengan lapisan pelindung (top coating) yang tahan terhadap paparan alkohol dan sabun. Hal ini memastikan barcode dan nama pasien tetap terbaca jelas oleh scanner dari awal masuk hingga pasien pulang, menjaga konsistensi data medis tanpa kompromi.
Bolehkah Melepas Gelang Pasien?
Selama masa perawatan, pasien tidak boleh melepas gelangnya sendiri , karena bisa menyebabkan kesalahan identifikasi. Hanya petugas medis yang boleh melepas gelang ketika pasien sudah diperbolehkan pulang.
Kesimpulan
Gelang pasien rumah sakit merupakan alat identifikasi yang sangat penting untuk keselamatan pasien. Dengan memahami fungsi dan arti warnanya, baik pasien maupun keluarga bisa lebih tenang dan mudah berkomunikasi dengan tenaga medis.
Kesimpulannya, pemilihan gelang pasien tidak boleh sembarangan karena menyangkut standar akreditasi dan keselamatan nyawa. Rumah sakit perlu memastikan material gelang yang dipilih memenuhi standar medis dan tahan terhadap kondisi lingkungan rumah sakit.
Jika Anda membutuhkan referensi spesifikasi teknis gelang yang sesuai standar akreditasi tersebut, Anda dapat melihat Spesifikasi & Katalog Gelang Medis kami.





